RIBUAN UMAT BUDDHA BERKUMPUL DI NICE PIK2, DOAKAN PERDAMAIAN DAN KEMAKMURAN INDONESIA
23 Januari 2026 – Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2 terpilih menjadi tuan rumah bagi perhelatan spiritual akbar bertajuk "Indonesia for Peace & Prosperity" yang akan berlangsung pada Minggu, 25 Januari 2026. Acara ini menghadirkan momen langka dengan kehadiran tiga pemegang singgasana Silsilah Sakya dunia untuk memimpin doa bersama demi stabilitas bangsa.
Ditengah tantangan ekonomi global dan gelombang PHK yang melanda sepanjang tahun 2025, sebanyak 4.500 umat Buddha dari tradisi Theravada, Mahayana, dan Vajrayana bersatu dalam doa. Fokus utama pertemuan ini adalah memohon pemulihan ekonomi serta terciptanya Indonesia yang damai dan sejahtera.
Acara ini menjadi sangat bersejarah karena dihadiri langsung oleh:
1. H.H. Kyabgon Gongma Sakya Trichen Rinpoche ke-41 (berusia 81 tahun).
2. H.H. Sakya Trizin ke-42 Ratna Vajra Rinpoche.
3. H.H. Sakya Trizin ke-43 Gyana Vajra Rinpoche.
Dalam kunjungannya, H.H. Kyabgon Gongma Sakya Trichen Rinpoche ke-41 menekankan pentingnya posisi Indonesia. "Indonesia adalah negara besar dan terutama secara spiritual, Indonesia adalah tempat yang sangat penting. Melalui acara ini, semoga seluruh dunia akan memperoleh kedamaian, harmoni, dan kebahagiaan," ujarnya.
Sementara itu, H.H. Sakya Trizin ke-42 Ratna Vajra Rinpoche menitipkan pesan mengenai praktik kasih sayang. "Hendaknya kita juga mempraktikkan cinta dan belas kasih, memiliki hati yang baik kepada orang lain... Dengan cara ini, kita akan mampu mewujudkan perdamaian, harmoni dan kebahagiaan," ungkap beliau.
H.H. Sakya Trizin ke-43 Gyana Vajra Rinpoche menambahkan bahwa keragaman Indonesia adalah kekuatan. "Indonesia for Peace & Prosperity menggambarkan pemahaman bahwa harmoni tercipta ketika keragaman bertemu dengan kebijaksanaan... Keanekaragaman menjadi sumber kekuatan dan kesejahteraan bersama," jelasnya.
Sebagai pengelola gedung, NICE merasa terhormat dapat memfasilitasi kegiatan yang memperkuat harmoni antar agama dan budaya ini. Diharapkan, doa bersama ini mampu membersihkan hambatan stabilitas nasional dan menanamkan benih perdamaian di hati setiap masyarakat.